...The Alam Sumatera Bulletin...

Dari Editor...

Salam Lestari

Pembaca Alam Sumatera yang budiman, terbitan Alam Sumatera kali ini, membahas tentang keberadaan Hutan Lindung Bukit Panjang Rantau Bayur atau yang diperkenalkan dengan nama Bujang Raba. Kawasan Hutan Lindung di Barat Kabupaten Bungo ini, memegang peranan penting dalam ekosistem setempat, sekaligus sebagai penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Hutan lindung ini menjadi daerah tangkapan tiga sub das, yaitu sub DAS Batang Bungo, Batang Pelepat dan Batang Senamat, yang ketiganya bergabung ke dalam DAS Batanghari.

Selain itu di wilayah ini juga merupakan tempat hidup flora dan fauna endemik yang sebagian statusnya terancam punah, seperti harimau dan berbagai jenis kayu yang mulai langka. Bagi masyarakat setempat kawasan ini memegang peranan penting, tidak hanya sebagai penyedia air, tetapi juga untuk menjamin kelangsungan pasokan energi untuk mereka. Karenanya masyarakat sedari dahulu telah mengelola kawasan ini secara lestari dan berkelanjutan. Hutan adat, hutan lindung desa dan hutan desa merupakan bentuk-bentuk pengelolaan hutan yang diterapkan masyarakat di kawasan ini dan sekitarnya.

Kami mengangkat keberadaan Bujang Raba, karena belakangan kawasan ini dan sekitarnya juga diincar sejumlah perusahaan untuk dialihfungsikan jadi areal perkebunan sawit dan HTI. Kepedulian banyak pihak dan dukungan pemerintah tentu akan menjadi modal untuk mempertahankan kawasan hutan yang secara lanskap terhubung dengan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Serta perlindungannya secara lebih luas untuk kepentingan masyarakat, bagi kehidupan kini dan nanti.

Pada edisi ini kami juga mengangkat tentangkeberadaan perusahaan Hutan Tanaman Industri yang terus menggerogoti daerah penyangga TNBT. Teranyar, kita dikejutkan dengan kehadiran PT Lestari Asri Jaya. Baru saja mengibarkan benderanya, perusahaan ini sudah makan �korban�. Warga desa yang merasa haknya dilanggar perusahaan malah ditangkap aparat dan dijatuhi hukuman penjara. Masihkan ada keadilan di negeri ini, tentu kini menjadi pertanyaan kita. Simak juga beragam analisis dan cerita-cerita menarik lainnya tentang daerah dampingan dan aktifitas yang dilakukan Warsi bersama masyarakat.

Semoga dengan sajian Alam Sumatera kali ini, akan membangkitkan semangat untuk melindungi dan menyelamatkan lingkungan di sekitar kita, juga diharapkan dapat meningkatkan kekritisan kita dalam menyikapi berbagai hal yang saat ini tengah di pertontonkan di republik ini. Kami mohon masukan atas kekurangan dan kelemahan kami di terbitan Alam Sumatera kali.

Harga Mati ! Selamatkan Ekosistem Kunci Di Bioregion Das Batang Hari

Salam Rimba
Kegemilangan dan kecemasan bagaikan dua sisi mata uang yang saling berhubungan. Dimana ada salah satu pihak yang memandang bahwa eksploitasi sumberday ...

Menjaga Bujang Raba

Introduksi
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan salah satu Taman Nasional terluas di Indonesia yang luasnya lebih dari 1,3 juta ha. Lanskap kawasan ini ...

Peta Lereng Untuk Menentukan Kawasan Yang Dilindungi

GIS Spot
Bencana longsor yang sering terjadi beberapa waktu lalu, terutama pada musim penghujan, mengindikasikan bahwa alam bisa bergerak atau bertindak sesuai ...

Pengukuhan Kearifan Lokal Dalam Upaya Penyelamatan Satwa

Wawancara

Konflik antara manusia dengan satwa liar sering terjadi di Provinsi Jambi. Menurut catatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), sepanjang ...