...The Alam Sumatera Bulletin...

AKTUAL

Memperkuat Keterlibatan Masyarakat Sipil ASEAN Dalam Isu Kehutanan Sosial dan Perubahan Iklim


Alam Sumatera edisi Agustus 2012

(catatan perjalanan dan pembelajaran pada konferensi ASFN ke 3) PERTEMUAN CSO SEBAGAI PERSIAPAN MENGIKUTI KONFERENSI ASFN

Alam Sumatera Bulletin
Konferensi ASEAN Forestry Network (ASFN) di Siem Reap - Kamboja pada 10-15 Juni 2012 merupakan konferensi ketiga. ASFN merupakan sebuah organisasi ASEAN yang berdiri pada 2005, yang bertujuan untuk mempromosikan kebijakan dan praktik kehutanan sosial serta berkontribusi pada tujuan keamanan pangan melalui pemanfaatan yang berkelanjutan, efisien, dan efektif dari penggunaan sumber daya tanah, hutan, air, dan air, dengan meminimalis risiko dan dampak dari perubahan iklim. Tahun ini tema yang diangkat yaitu �Strengthening ASEAN Civil Society Engagement on Social Forestry and Climate Change (membangun peranan dan keterlibatan multi stakeholder terutama masyarakat sipil dalam kehutanan sosial dan perubahan iklim).

Konferensi yang dihelat setiap dua tahun ini, diikuti multi stakeholder dari Negara � Negara ASEAN terdiri dari pemerintah, NGO dan masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan kawasan hutan. Melalui konferensi ASFN diharapkan akan memberi ruang untuk berbagai pihak untuk dapat terlibat dalam mempengaruhi perspektif pemerintah Negara � Negara ASEAN terutama dalam hal kebijakan
perhutanan sosial dan perubahan iklim. Para penekun dan penggiat lingkungan sipil, CSO (civil society organization) juga ambil bagian dalam event ini.

masyarakat adat dan komunitas, akademisi dan pemerintah lokal melakukan pertemuan bersama. Pertemuan ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun dan menghimpun masukan yang akan disampaikan pada konferensi ASFN. Memberikan masukan dalam mekanisme membangun keterlibatan
dan membangun kolaborasi multi pihak. Pertemuan CSO ini menjadi penting, mengingat kondisi masyarakat di sekitar kawasan hutan yang kehilangan sumber dayanya. Pola pemanfaatan sumberdaya alam, sebagian besar telah menyebabkan masyarakat justru kehilangan akses terhadap sumber daya hutannya yang diikuti kehilangan sumber ekonomi. Padahal bagi masyarakat adat dan komunitas,
hutan memiliki multi fungsi, bukan saja soal pemenuhan ekonomi ...baca selanjutnya...

tanggal:2012-09-01, dilihat: 390x